INDIVIDU, MASYARAKAT, DAN KELUARGA
ILMU SOSIAL DASAR
Individu
Pengertian :
Individu berasal dari kata latin
“individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan
yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan
terbatas. Kata individu bukan berarti
manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu dalam kaitannya
dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula
diartikan sebagai manusia.
Ciri-Ciri :
Dalam pandangan psikologi sosial,
manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik
dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa
individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu
kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena
tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.
Contoh Permasalahan individu dalam
ruang lingkup masyarakat
1.
Pribadi
Masalah pribadi
adalah masalah-masalah yang dialami dan dihadapi oleh manusia sebagai individu.
Ketika saya lupa mengerjakan ibadah, dimarahi orang tua. Saya sedang menghadapi
masalah pribadi. Orang lain tidak akan dirugikan oleh masalah saya ini. Manusia
tidak bisa hidup sendiri. Contohnya untuk bisa makan, berbicara, berjalan, dan
membaca kita diajari orang lain. Ini artinya manusia selalu hidup bersama atau
dalam masyarakat. Masalah pribadi ini bisa dipecahkan sendiri oleh orang
bersangkutan.
Solusinya: Pribadi sendiri harus
bisa menyusun waktu dengan benar dan mengutamakan yang wajib. Tidak boleh malas
– malasan dan bangun tepat waktu. Agar segala aktifitas dapat dilakukan dengan
tepat waktu.
Masyarakat
Pengertian :
kumpulan manusia yang membentuk
suatu kelompok yang hidup bersama-sama dan saling membantu satu sama lain dalam
hubungannya atau saling berinteraksi.
Contoh Masalah masyarakat :
1.
Masalah-masalah kependudukan
Masalah-masalah
kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang
tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang
tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya
tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.
Solusinya: Pemerintah harus melaksanakan pembangunan secara merata disetiap daerah dan tidak hanya mementingkan ibukota. Agar masyarakat didaerah sana tidak banyak yang merantau. Itu akan menyebabkan kepadatan penduduk. Serta pemerinta harus memperbanyak lapangan pekerjaan disetiap daerah. Dan pemerintah harus menekankan pendidikan secara merata disetiap daerah pula, karena banyak daerah terpencil yang belum bisa menikmati sekolah gratis atau sekolah yang layak akan pendidikanya.
2.
Tindak Kriminalitas
Contoh
tindak kriminalitas adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan,
pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan
menciptakan rasa tidak aman. Perampokan dan penodongan menggunakan senjata api
sering terjadi di kota besar. Di desa pun sering terjadi pencurian. Misalnya,
ada yang mencuri ternak, hasil pertanian, hasil hutan, dan sebagainya.
Solusinya: pemerintah disini punya peran penting, dimana bagi yang melanggar harus mendapatkan hukuman yang sepadan agar mengurangi atau memberantas kejahatan. Dan mengimbau bagi pemilik barang agar berhati – hati lebih ekstra. Karena kejahatan dimulai dari kesempatan yang ada.
Keluarga
Pengertian :
Keluarga adalah unit/satuan
masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam
masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering
dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu
dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat
Fungsi :
1. Fungsi biologis
a. Untuk meneruskan keturunan.
b. Memelihara dan membesarkan anak.
c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
2. Fungsi Psikologis
a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
b. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
c. Memberikan Identitas anggota keluarga.
3. Fungsi Sosialisasi
a. Membina sosialisasi pada anak.
b. Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat
perkembangan anak.
c. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
Contoh permasalahan keluarga
dalam ruang lingkup masyarakat
1.
Permasalahan perceraian orang tua
Permasalahan
perceraian orang tua merupakan salah satu masalah sosial dalam keluarga yang
cukup banyak terjadi di lingkungan kita saat ini. Masalah ini akan lebih
menekan keadaan sosial dari anak-anak nya dalam keluarga. Anak yang ayah dan
ibunya berpisah biasanya akan selalu menyendiri atau terkadang anak menjadi
susah dikendalikan, alhasil anak-anak dari keluaga tersebut akan lebih mudah
terpengaruh oleh lingkungan yang berada disekitarnya. Contohnya akan lari ke
pergaulan bebas, narkoba, dll.
Solusinya:
Kedua orang tua seharusnya sebelum mengambil tindakan harus mempertimbangkan
baik-baik agar sang anak tidak menjadi kacau atau berandalan. Apabila memang
harus bercerai sang anak harus tetap dikasih kasih saying yang lebih agar anak
merasa nyaman dan tidak terganggu dari lingkup luar.
2.
Permasalahan
Perekonomian
Masalah
Perekonomian merupakan salah satu faktor yang memicu masalah sosial dalam
keluarga. Keadaan ekonomi yang kurang menentu kadang membuat seluruh anggota
keluarga tersebut bertindak secara tidak rasional dan menghilangkan nilai
moralnya. Contohnya akan berbuat yang melanggar hukum atau segala cara
dihalalkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Solusinya:
Disini peran ayah atau kepala keluarga yang sangat besar. Harus banting tulang
untuk menafkahi keluarganya. Dan sang istri harus bisa mengontrol keuangan
dengan baik tidak boros atau membuang uang secara Cuma – Cuma. Hidup sederhana
sangat di anjurkan dan tidak berlebih – lebihan. Agar bisa menghemat biaya
pengeluaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar